My site HomeSign UpLog In
Home » Articles » Artikel Hasil Kajian » Artikel PHW

Ammiratore Di Autori

Ciao lettori!

Di hari Rabu ini, sedikit ketikan menemani pergerakan detik, seakan memiliki alunan yang beriringan di setiap ketuknya. Tulisan ini mungkin akan membosankan, karena dari penulisnya terjadi penurunan semangat untuk kembali menulis, cukup lama vakum menulis untaian kata lagi. Entah si penulis niatnya ingin menenangkan diri, namun sampai sekarang ketenangan tak Ia temukan.

Tapi , diraihnya juga keyboard notebook yang membuatnya sangat rindu untuk menulis, namun bingung hendak menuliskan apa. Ada ribuan isu baru yang mesti dikaji, ada jutaan fakta yang harus dikuak, namun semangatnya untuk menulis masih saja pudar. Masih tidak berwarna, seperti beberapa waktu yang lalu. Serasa ada yang hilang darinya, terkadang pikiran dan perbuatannya beradu, pikiran banyak untuk menuntut melakukan kontribusi, namun geriknya masih butuh hari-hari ketenangan. Alhasil tidak adanya kreativitas baru yang lahir. Menyebalkan memang, ketika peluruhan semangat terjadi. Suatu karya tidak ada pada tempatnya.

Menuliskan cerita fiksi yang hanya dalam pikiran juga menjadi sangat sulit, padahal hanya perlu merangkaian sambungan khayalan-khayalan yang tak bertepi. Ingin memulai suatu tulisan yang berbeda, misalnya menuliskan cerita perjalanan di gurun, yang sebenarnya perjalanan tersebut lebih indah, karena di gurun peluang mendapatkan fatamorgana adalah satu, dan sebuah fenomena luar biasa yang akan didapatkan oleh si pelancong. Ide unik? Tapi tetap saja sulit untuk menuliskan. Padahal kalau bisa rampung menuliskan pemikiran unik seperti itu saja siapatahu berbuah menghasilkan ‘novel’ yang nikmat untuk dibaca pada waktu luang.

Sangat disayangkan, pencapaian yang tidak dicapai ya seperti ini ceritanya. Sang penulis ini juga entah kenapa membenci gaya bahasanya sendiri, menurutnya gaya bahasanya berlebihan, terlalu berputar-putar, kadang menyimpang dari majas. Mencari inspirasi dilakukannya, mulai dari membaca sastra tempo dulu yang estetikanya sangat luar biasa, lalu membaca beberapa prolog novel best seller dan yang terakhir stalk beberapa blog kenalan.

Ternyata usaha konyolnya tidak sia-sia, penemuan konten tulisan yang bagus bisa menjadi inspirasinya. Dari penemuan itu, blog tiga orang yang berbeda teritorial ditemukan dan membuat seketika kagum akan gaya penulisannya. Lugas, tertata, estetika kata juga diperhatikan, tidak seperti tulisan ini yang berantakan dan seperti tersesat tanpa tahu arah.

ammiratore di autori

(Pengagum Penulis)

Ya, seketika saat itu penulis ini menjuluki dirinya sebagai ammiratore di autori, pengagum kelas kakap yang hanya bungkam ketika disuguhkan pesona gaya penulisan yang elok. Dan terukir lagi di ingatannya kalau penulis ini juga pernah mendeklarasikan kalau ia kelak akan menulis dengan baik, ia akan mendedikasikan pemikirannya untuk memproduksi buku-buku. Angannya terlalu tinggi memang, karena kelak ia akan meramu ramuan pemikirannya, dicampur dengan ramuan perasaan, ramuan ekspedisi, ramuan percobaan dan ramuan keberanian yang menghasilkan suguhan yang tidak untuk sekedar dinikmati, namun akan menjadi suatu yang kelak bermanfaat.

Penulis ini, adalah aku

io ammiratore di autori (Saya pengagum penulis)

Category: Artikel PHW | Added by: ISMKIWIL3 (06.24.2014)
Views: 58 | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
avatar
Monday, 11.19.2018, 2:56 AM
Site menu
Section categories
Artikel PHW [61]
Artikel Institusi [0]
Log In
Search
Site friends
  • Create a free website
  • uCoz Community
  • uCoz Textbook
  • Video Tutorials
  • Official Templates Store
  • Best Websites Examples
  • Statistics

    Total online: 1
    Guests: 1
    Users: 0
    Copyright MyCorp © 2018Create a free website with uCoz