My site HomeSign UpLog In
Home » Articles » Artikel Hasil Kajian » Artikel PHW

Generasi Milenial: Tantangan Baru, Jawaban Baru (1)

Pemuda adalah penggerak dan pemimpin masa depan bangsa, masih adakah yang mempertanyakan hal ini? Pemuda memiliki semua kemampuan itu, dari generasi ke generasi pemuda selalu memegang peranan penting bagi negara, sebagai contoh mereka yang ada dan ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia adalah pemuda Sukarni dan kawan-kawannya. Lalu di tahun 60an mereka yang menggulingkan orde lama pun adalah golongan pemuda, mahasiswa. 

Tidak berbeda jauh dengan kondisi di penghujung 90an dimana Budiman Sudjatmiko dan kawan-kawan menyatukan kekuatan dan merobohkan orde baru yang telah kokoh bediri selama 32 tahun di Indonesia, dan menyebar benih reformasi yang dirayakan penuh dengan gegap gempita. Lima belas tahun sudah, setelah benih itu disebar dan kita belum jua memanen hasil yang diharapkan. Apa sebabnya? Era globalisasi yang sedemikian kencangnya berhembus oleh banyak pihak disinyalir meniupkan paham pragmatis dan perlahan melunturkan paham cinta terhadap tanah air.


Jaman baru akan selalu melahirkan tantangan baru yang harus pula diselesaikan dengan cara yang baru. Apabila jaman yang lalu pemuda menggerakkan Indonesia dengan demonstrasi, sekarang tantangan yang ada menuntut penyelesaian yang lebih inovatif. Tentu saja tidak ada yang salah dengan demonstrasi selama ia bertujuan untuk menyampaikan aspirasi, mengawal proses pemerintahan dan dilakukan tanpa anarki. Akan tetapi tantangan generasi kini sudah bukan lagi menghadapi tantangan internal negeri saja tetapi juga dari luar, salah satunya adalah menfilter globalisasi.


Menfilter menurut definisnya adalah menyaring atau memisahkan dua substansi yang bercampur agar dapat dipilah sesuai yang dikehendaki. Hal yang sama berlaku pula untuk globalisasi, dalam meghadapi arusnya, diperlukan sikap bijaksana untuk menampung keuntungan yang dibawanya dan memisahkan yang tidak. Sebagai paham yang tidak berasal dari Indonesia, globalisasi adalah kata yang sudah tidak asing lagi dan sangat sulit dihindari. Apabila pertahanan dari luar untuk mencegah masuknya globalisasi kedalam pemikiran pemuda menjadi terlalu sulit, pilihannya adalah dengan memperkuat pertahanan dari dalam. Apa itu? Membangun lagi nasionalisme.

Nasionalisme Indonesia adalah hal yang unik, ia berbeda sama sekali. Ia diimajinasikan berdasarkan ‘sama rasa’ dalam merasakan penderitaan akibat penjajahan oleh pihak kolonial. Ia bukanlah sesuatu yang lahir begitu saja akibat kesamaan suku, ras maupun bahasa. Ia berbeda dengan negara lain seperti Korea maupun Switzerland. Ia bahkan tidak lahir dari kesamaan wilayah, lihatlah betapa negara yang terdiri dari gugusan ribuan pulau ini, yang begitu berbeda dalam berbagai hal akhirnya bersatu atas nama “Negara Kesatuan Republik Indonesia”. 

Category: Artikel PHW | Added by: ISMKIWIL3 (08.28.2014)
Views: 73 | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
avatar
Wednesday, 05.23.2018, 6:04 AM
Site menu
Section categories
Artikel PHW [61]
Artikel Institusi [0]
Log In
Search
Site friends
  • Create a free website
  • uCoz Community
  • uCoz Textbook
  • Video Tutorials
  • Official Templates Store
  • Best Websites Examples
  • Statistics

    Total online: 1
    Guests: 1
    Users: 0
    Copyright MyCorp © 2018Create a free website with uCoz