My site HomeSign UpLog In
Home » Articles » Artikel Hasil Kajian » Artikel PHW

Jalan Sains Ramai Lagi

Belakangan kabar mengenai lahan parkir mobil di fakultas kedokteran kembali diangkat. Kali ini adalah menyangkut jalan sains. Jalan sains adalah jalan di bagian utara
fakultas kedokteran dan fakultas farmasi UGM yang bersebrangan dengan fakultas MIPA dengan lebar sekitar 3 meter. Jalan ini pada waktu-waktu sebelumnya selalu digunakan sebagai tempat parkir kendaraan roda empat maupun roda dua. Mengingat volume kendaraan mahasiswa maupun dosen dan karyawan ketiga fakultas dalam dua tahun belakangan ini mengalami peningkatan, jalan sains pun semakin padat bahkan sejak pagi harinya.
Beberapa waktu terakhir BEM fakultas MIPA pernah mencoba menyelesaikan permasalahan ini, pada dasarnya jalan sains tidak lah boleh digunakan sebagai tempat parkir kendaaan. Tindakan yang diambil dimulai dari sosialisasi hingga yang terakhir teman-teman dari MIPA, bekerja sama dengan pihak Satuan Keamanan Kampus (SKK) menempeli kertas berupa peringatan selama dua hari berturut memperingatkan dan memberitahukan sanksi penggembosan ban yang akan dilakukan apabila kendaraan masih diparkirkan di sepanjang jalan sains, sebelum akhirnya pada hari ketiga penggembosan benar-benar dilakukan.
Jalan sains akhirnya sepi H+1 penggembosan, tetapi civitas akademika menjadi ramai membicarakan hal ini beriringan dengan peristiwa penggembosan tesebut. Warga KMFK yang tidak setuju akan keputusan ini mengajukan keberatan kepada pihak BEM FK UGM, terutama via media sosial. Keberatan yang diajukan direspon oleh pihak BEM FK UGM dan kemudian ditindak lanjuti. Sebagai salah satu tindak lanjut tehadap permasalahan ini, BEM FK UGM telah melakukan survey yang hasilnya bisa diakses di : http://bem.fk.ugm.ac.id/2014/09/hasil-angket-aspirasi-mahasiswa-parkir-jalan-sains/
Permasalahan jalan sains sebenarnya bukan permasalahan yang baru timbul sekali ini saja, tahun lalu pun masalah ini sudah diangkat walau pada akhirnya jalan tersebut tetap digunakan sebagai lahan parkir. Penyelesaian ini nampaknyan tidak akan clear selama solusi tidak diberikan secara nyata. Mengingat Bottle neck theory yang juga berlaku pada KMFK, pembatasan lahan pakir tidak akan berdampak banyak dalam menyelesaikan permasalahan ini, solusi lebih lanjut misal penyediaan bis kampus perlu dijadikan pertimbangan.
Lebih lanjut, tindakan BEM FK UGM adalah benar adanya, mereka sedang mencoba memperjuangkan apa yang menurut mereka benar sehingga hal ini tentu saja patut diapresiasi. Jalan sains adalah milik UGM sehingga intervensi yang bisa dilakukan atas jalan ini bersiat mutlak, pun pemberlakuan peraturan terkait jalan ini. Keaktifan teman-teman KMFK dalam menanggapi isu ini juga layak mendapatkan apresiasi, bahwa mereka masih sangat peduli terhadap nasib keluarga mereka. Semoga kedepannya pihak rektorat, dekanat, BEM maupun civitas akademika dapat duduk bersama dan membahas masalah ini secara serius, serta menjalankan solusinya secara konsisten. 

Category: Artikel PHW | Added by: ISMKIWIL3 (09.30.2014)
Views: 70 | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
avatar
Monday, 11.19.2018, 2:56 AM
Site menu
Section categories
Artikel PHW [61]
Artikel Institusi [0]
Log In
Search
Site friends
  • Create a free website
  • uCoz Community
  • uCoz Textbook
  • Video Tutorials
  • Official Templates Store
  • Best Websites Examples
  • Statistics

    Total online: 1
    Guests: 1
    Users: 0
    Copyright MyCorp © 2018Create a free website with uCoz