My site HomeSign UpLog In
Home » Articles » Artikel Hasil Kajian » Artikel PHW

Kesabaran Dalam Hidup Berbangsa dan Bernegara

Pernah di suatu sore, saya pulang dari kampus yang letaknya lumayan jauh dari tempat saya tinggal, sore itu padat seperti yang sudah-sudah. Arus ke arah selatan memang selalu padat pada sore hari, ya jam pulang kerja. Inilah kebiasaan tetap masyarakat di jogja. Saya kira semua kota memiliki jam sibuk nya masing-masing. Tepat diperempatan, saat menunggu lampu merah berganti nyala hijau, bersama dengan ratusan pengendara lain, semua nampak biasa. Hingga saya dikagetkan dengan suara klakson yang begitu keras dari mobil di samping saya persis menjelang lampu hijau menyala. Saya tahu maksud mobil disamping saya, dia ingin cepat pulang. Tetapi mereka lupa satu hal, kesabaran. Sepintas saya lihat plat nomor yang ada, katanya orang asli jogja tidak akan main klakson seperti itu, ternyata plat nya asli jogja. Zaman sudah berubah dan karakter manusia pun sudah mulai bergeser ke arah yang seperti sekarang ini, ingin menang sendiri dan melupakan satu pengertian, bahwa kita masih sebangsa dan setanah air. Tak jaranga, keluar ucapan sumpah serapah karena ada pengendara yang belum mahir dalam berkendara, atau memang sumpah serapah yang pantas diberikan bagi mereka pngendara yang ugal-ugalan, yang mereka juga lupa akan satu hal, mereka hidup bersama dalam berbangsa dan bernegara. Di tempat lain, banyak tawuran antar kelompok yang tersulut oleh hal-hal yang sebenarnya bisa dir edam sedini mungkin, dendam yang membudaya dari angkatan sebelumnya, tidak ada permasalahan lain, mereka hanya tahu bahwa dulu kita musuh dan saat ini kita juga musuh, mereka lupa siapa diri mereka. Untuk meraih posisi tertentu, seseorang rela menghancurkan karakter saingannya, dengan segala cara apapun asalkan posisi tersebut jatuh dalam pelukannya, lalu muncul kebencian-kebencian yang mendalam dianatar keduanya, entah apa yang ada dalam pikiran mereka, satu hal yang patut di renungkan, ingatkah mereka bahwa kita masih sebangsa ? Saya kurang paham dengan pemikiran orang-orang segelintir diatas, apa yang sebenarnya mereka pikirkan, apa yang mereka inginkan, dan sadarkah mereka apa yang sedang mereka perbuat. Mereka melakukan kekejian yang tidak pantas terhadap bangsanya sendiri, karena kesalahan kecil yang sesungguhnya tidak perlu ditanggapi secara berlebihan, masih dalam batas koridor kesabaran. Ribuan orang mengatakan bahwa sabar tidak ada batasnya, tetapi perlu diingat manusia yang memiliki kesabaran, dan setiap manusia ini memiliki batas kesabran yang berbeda-beda. Sabar memang perlu latihan yang tidak mudah, butuh ketulusan dan pemikiran jauh kedepan kenapa seseorang harus bersabar. Bayangkan saja bila semua orang tahu, bahwa dalam hidup berbangsa dan bernegara ini butuh satu pemikiran, yaitu tentang kesabaran. Maka setiap orang akan mengerti dan menimbang terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu yang tidak perlu, yang hanya menyebabkan perpecahan, menyuburkan kebencian, dan mengutamakan kepentingannya sendiri. Setiap penghuni bangsa yang tahu pentingnya sabar, mereka tidak akan cepat tersulut emosinya jika ada yang kurang sepaham dengannya, akan selalu melihat dari berbagai sudut pandang untuk mengerti sudut pandangnya. Menganggap hinaan yang dilontarkan oleh lawan adalah emosi sesaat mereka, karena mereka sedang lupa dan khilaf belum mengetahui jika kita penghuni bangsa dan Negara yang sama. Jika kita tahu betul bahwa kita adalah sama-sama Negara Indonesia, maka tidak perlu dikhawatirkan hal yang tidak perlu, tidak ada lagi kejahatan di Indonesia ini, bukankah sudah selayaknya saudara saling menjaga hak dan kehormatan sesame saudara nya. Meskipun ada saudara yang begitu di sayanginya berlaku buruk terhadapnya, disanalah diperlukan kesabaran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kadang saya heran, mengapa moral bangsa kita begitu buruk nya, bahkan untuk menjalankan kesabaran sedikit berlebih saja banyak yang tidak bisa, mereka lebih senang perpecahan, lebih senang untuk menyebarkan kebencian, memilih menegakkan permusuhan, membunuh secara langsung secara kejam, merongrong pemerintahan yang sudah dibentuk oleh bapak pendiri bangsa ini. Kita semua yang bisa menjwabnya, dengan menanyakan secara jujur kepada diri kita. Ada apa dengan manusia Indonesia ?

Category: Artikel PHW | Added by: ISMKIWIL3 (05.01.2014)
Views: 60 | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
avatar
Wednesday, 05.23.2018, 6:20 AM
Site menu
Section categories
Artikel PHW [61]
Artikel Institusi [0]
Log In
Search
Site friends
  • Create a free website
  • uCoz Community
  • uCoz Textbook
  • Video Tutorials
  • Official Templates Store
  • Best Websites Examples
  • Statistics

    Total online: 1
    Guests: 1
    Users: 0
    Copyright MyCorp © 2018Create a free website with uCoz