My site HomeSign UpLog In
Home » Articles » Artikel Hasil Kajian » Artikel PHW

Ketika Bantuan Kesehatan Mental diperlukan Gaza

Dalam menjalani hidup, kita memiliki masa dimana kita merasa tertekan, sedih, atau takut. Seringkali perasaan itu hilang sejalan dengan selesainya permasalahan yang kita hadapi. Namun terkadang perasaan itu tumbuh menjadi masalah yang lebih serius. Hal itu bisa terjadi pada salah satu dari kita. Dan saat ini hal itu terjadi pada beberapa saudara kita di Gaza.

 

Ketika melihat timeline di twitter dari @WHO Orang-orang di #Gaza menderita trauma, insomnia, kehilangan memori, shock. Bantuan Kesehatan Mental diperlukan. Hati saya seketika tertegun, banyak dari mereka memang telah kehilangan orang tua, sanak saudara, anak, ketika tempat bernaung mereka dihancurkan selama peperangan baru-baru ini di Gaza.

 

Hari kian berganti dan jumlah orang yang memerlukan bantuan terus bertambah, padahal harapannya adalah kondisi makin membaik, namun realita berkata sebaliknya.

 

"Saya manusia," katanya. "Aku tahu lebih dari sebelumnya apa yang mereka rasakan. Mereka kewalahan. Banyak orang membutuhkan bantuan. Di antara anak-anak sendirian, kita berbicara tentang insomnia, mimpi buruk, hiperaktif, kelelahan, sakit kepala, masalah perhatian, gagap, dan mengompol." Kata Hasan Zeyada, Direktur Masyarakat Gaza Mental Health Centre.

 

Menurut WHO, Kesehatan Mental didefinisikan sebagai keadaan dimana individu merasa sejahtera. Kesehatan mental merupakan hal yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Keduanya harus sama-sama dijaga demi merasakan ketenangan dalam menjalani hidup. Namun, kesehatan mental dapat berubah karena adanya perubahan lingkungan serta kita yang terus bergerak melewati tahapan kehidupan yang berbeda.

 

WHO memperkirakan bahwa sekitar 360 000 orang - 20% dari populasi Gaza - menderita berbagai tantangan kesehatan mental setelah konflik musim panas ini, menurut Dyaa Saymah, petugas kesehatan mental World Health Organization untuk Gaza.

 

Salah satu konsekuensi dari pemboman berkepanjangan adalah bahwa beberapa penduduk Gaza berada di ruang terbatas dengan tidak ada cara untuk melarikan diri, dikelilingi oleh ledakan selama berminggu-minggu, melihat orang-orang di dekatnya tewas dan terluka, dan bertanya-tanya apakah hal yang sama akan terjadi pada mereka. Kondisi tertegun dan tidak mampu yang kadang-kadang hasilnya dapat disertai dengan hilangnya identitas dan memori.

 

Namun, mengingat menjaga kesehatan mental ini sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Maka diperlukan pemulihan dari kondisi saudara kita di Gaza tersebut untuk tercapainya kesehatan sebagaimana mestinya. Sebagai seorang Muslim, keyakinan atas kondisi sehat seseorang terkait takdir pula. Meski sudah berperilaku sehat, apabila Allah mentakdirkan ia sakit maka seseorang akan menderita kesakitan. Apabila seseorang ditakdirkan oleh Allah untuk sehat maka sehatlah ia.

Janji Allah SWT dalam Surah Asy Syu‘araa‘ [26]: 78 –82: ― (Yaitu Tuhan) yang telah menciptakan aku, Maka Dialah yang menunjuki aku. Dan Tuhanku, yang Dia memberi Makan dan minum kepadaku. Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku. Dan yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali). Dan yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat.

 

Hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Jabir dari Nabi SAW bersabda:

Setiap penyakit pasti ada obatnya, apabila obatnya itu digunakan untuk mengobatinya, maka dapat memperoleh kesembuhan atas izin Allah SWT. (HR. Muslim).

Bahkan Allah SWT tidak akan menurunkan penyakit kecuali juga menurunkan obatnya, sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA dari Nabi SAW bersabda: Allah SWT tidak menurunkan sakit, kecuali juga menurunkan obatnya (HR Bukhari)

 

Oleh karena itu, saudara-saudaraku di Gaza akan memulih dengan izin Allah. Dengan semangat membara untuk terus bertahan dengan keimnan, sekalipun hal-hal buruk terus mengguncang, namun keyakinan untuk kembali pulih itu tetap harus ada. Disamping itu Penguatan perawatan, pelayanan kesehatan mental yang telah dikembangkan untuk menghadapi peningkatan beban kesehatan mental terus dilakukan oleh layanan kesehatan. WHO telah mendukung Departemen Kesehatan di Gaza dalam mengembangkan layanan kesehatan mental dan psikososial sejak tahun 2002 Sekarang bekerja sama dengan mitra untuk memperluas integrasi pelayanan kesehatan jiwa ke dalam puskesmas yang beroperasi di Gaza. Selain itu, WHO bekerja untuk memperluas layanan rehabilitasi.

 

The best medicine for humans is love, if it doesn’t work just increase the dose.

Ketika saudara kita membutuhkan bantuan kesehatan, kirimkanlah cinta kasih kita melalui doa. Karena doa adalah bahasa cinta tanpa perlu ditulis atau disuarakan.

 

http://www.who.int/features/2014/gazans-mental-health-services/en/

Category: Artikel PHW | Added by: ISMKIWIL3 (07.14.2014)
Views: 60 | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
avatar
Wednesday, 05.23.2018, 5:52 AM
Site menu
Section categories
Artikel PHW [61]
Artikel Institusi [0]
Log In
Search
Site friends
  • Create a free website
  • uCoz Community
  • uCoz Textbook
  • Video Tutorials
  • Official Templates Store
  • Best Websites Examples
  • Statistics

    Total online: 1
    Guests: 1
    Users: 0
    Copyright MyCorp © 2018Create a free website with uCoz