My site HomeSign UpLog In
Home » Articles » Artikel Hasil Kajian » Artikel PHW

Luka Dalam Ajang Perebutan Kekuasaan Itu Tak Akan Pernah Sembuh Sempurna

Saat ini sudah memasuki tanggal 7 juli 2014, lusa adalah tanggal yang dinantikan oleh sebagian besar rakyat Indonesia yang tinggal di bumi nusantara. 9 Juli merupakan tanggal pemilihan umum presiden periode 2014-2019. Saya menuliskan ini sudah memasuki masa tenang kampanya ynag terjadwal mulai tanggal 6 Juli 2014. Anda tentu tahu apakah masa tenang ini benar-benar tenang sebagaimana label nya bukan ?

Melihat gegap gempita kampanye pilpres tahun 2014 ini sangat jauh bebeda dengan tahun 2009 lalu, tahun ini banyak sekali permainan baru dan maneuver-manuver baru yang dilakukan kedua pihak. Semua memiliki cara nya tersendiri untuk berkampanyae, dari kampanye baik-baik, negative hingga black kampain yang mengutamakan fitnah besar-besaran.

Satu hal yang pasti, kampanye pilpres taun ini sangat seru dan euphoria nya dirasakan hingga kalangan bawah hingga atas. Semua bersikap untuk memilih presiden pilihannya, bahkan ada peningkatan jumlah pemilih di luar negeri dari berita yang beredar hingga hari ini.

Saya teringat dengan cerita tentang kemarahan yang di sandingkan dengan lubang pada kayu karena paku yang menancap dalam di kayu tersebut, meskipun paku tersebut dicabut dengan berbagai cara, lubang bekas paku itu tak pernah hilang. Ia akan menetap selamanya disana.

Dikisahkan ada seorang anak yang memiliki sifat pemarah, lalu ayah nya meminta anak tersebut jika merasa marah ia diminta untuk mengambil paku dan palu lalu menancapkan paku itu di kayu dipekarangan belakang rumah. Anak itu pun menuruti perintah ayah nya.

Selang beberapa waktu, kayu dipekarangan belakang penuh dengan paku. Lalu perintah nya diganti untuk mencabuti paku yang sudah tertancap itu hingga habis. Lalu nampaklah banyak lubang akibat paku yang tertancap. Meski sudah lepas, lubang itu tetap menganga. Luka itu masih tetap ada.

Bahwa menyakiti hati orang lain bukan lah hal yang bisa kita anggap remeh, karena sekali paku itu tertancap, maka sehebat apapun permintaan maaf yang kita layangkan dan sekuat apapun pemikiran yang kita curahkan untuk membuat segalanya sama seperti sedia dulu kala hanya menjadi angan belaka. Sekali tertancap, maka lubang itu akan kekal.

Kampanya beberapa minggu terakhir yang dilakukan kedua pihak untuk mendukung salah satu capres-cawapres seakan paku yang ditancapkan pada kayu-kayu yang kita anggap sebagai menyakiti hati manusia. Paku-paku itu dengan serangan kesegala arah dan membabi buta dengan berbagai cara ia tancapkan dalam kayu tersebut. Semakin banyak hati yang tersakiti.

Lalu apa dampaknya akan baik-baik saja ?

Mungkin saja setelah pilpres ini usai dan sudah jelas siapa pemenangnya akan terjadi permintaan saling maaf dari kedua pihak sebagai tanda selesainya kampanye brutal ini. Permintaan maaf bisa kita ibaratkan sebagai alat yang akan mencabut paku-paku tersebut dari kayu yang sudah terpenuhi dengan paku-paku kampanye hitam dan negative dari kedua kubu.

Paku itu pelan tapi pasti tercabuti satu-satu. Namun, anda bisa bayangkan bukan ?

Meskipun paku-paku itu sudah tercabut tetapi bekas luka dari paku itu masih tetap terbuka, masih tetap membekas dan tidak akan kembali seperti semula. Bekas itu akan selamanya tinggal di sana, orang-orang yang tersakiti bisa saja memaafkan perbuatan yang sudah lalu, tetapi melupakan perbuatan itu adalah hal yang tidak semudah mengucapkan, mereka akan bersemayam dalam benak selamanya.

Inilah yang saya takutkan, bahwa siapapun pemenangnya nanti, kedua pihak akan selalu mengenang bekas-bekas luka paku itu, yang selamanya akan tetap tinggal, bersemayam dalam kenangan. Menyakiti hati orang lain untuk meraih simpati hati orang lain demi melanggengkan jalan menuju kekuasaan adalah cara terburuk memperoleh kekuasaan.

Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor. Lumpur-lumpur yang kotor. Tapi suatu saat di mana kita tidak dapat menghindari diri lagi, maka Terjunlah! (Soe Hok Gie)


 

 

Category: Artikel PHW | Added by: ISMKIWIL3 (06.07.2014)
Views: 87 | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
avatar
Wednesday, 05.23.2018, 6:08 AM
Site menu
Section categories
Artikel PHW [61]
Artikel Institusi [0]
Log In
Search
Site friends
  • Create a free website
  • uCoz Community
  • uCoz Textbook
  • Video Tutorials
  • Official Templates Store
  • Best Websites Examples
  • Statistics

    Total online: 1
    Guests: 1
    Users: 0
    Copyright MyCorp © 2018Create a free website with uCoz