My site HomeSign UpLog In
Home » Articles » Artikel Hasil Kajian » Artikel PHW

Mimbar Inspirasi

Saat ini saya sedang menghadiri mimbar Inspirasi di auditorium FK UGM, dengan tema inspirasi membangun negeri. Ya negeri ini membutuhkan banyak inspirasi. Dulu saat awal masa kemerdekaan Indonesia banyak sekali inspirasi untuk membangun Indonesia saat itu, tetapi politik saat itu terlalu mudah untuk di pecah belah, hingga soekarno merubah pendirian untuk mendirikan demokrasi terpimpin yang lebih bersifat otoriter. Sangat disayangkan sekali sejarah Indonesia.

Inspirasi memang mampir dalam hati kita saat ada yang menggerakkan, dan penggerak itu berada dari luar diri kita sendiri. Sangat menyenangkan mendengarkan pengalaman hidup dari orang lain karena dengan mengenal orang lain baru, secara tidak langsung kita menyadari bahwa diluar sana masih ada orang lain yang lebih hebat dan memiliki kapabilitas jauh diantara kita.

Salah satu pengisi acara kali ini adalah pak herry zudianto, beliau pernah menjabat sebagai wali kota jogja. Ada yang unik dari pak herry ini, karena beliau senang disebut sebagai ketua pelayan masyarakat daripada walikota jogja. Beliau menyadari bahwa jabatan bukan lah sekedar untuk mendapat kekuasaan semata, tetapi tujuan yang paling utama adalah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pemikiran pak herry ini lain dari biasanya, beliau berpendapat bahwa untuk memperbaiki sektor desa, lebih ke tataran RT dan RW. Jogja bukan sekedar malioboro nya, tetapi jantung kehidupan jogja ada di desa-desa dan sepnajnag bantaran sungai. Itulah jantung kehidupan sebenarnya yang ada di kota jogja.

Pak herry ini juga senang sekali bersepeda, menurut beliau tubuh nya lebih hangat katanya ketika menaiki sepeda ke kantor, dibandingkan dengan kalangan muda saat ini tentu nya sangat berbeda. Anak muda saat ini lebih memilih untuk meninggalkan sepeda, tetapi saya kira menggunakan sepeda memiliki ruang tersendiri di hati masyarakatnya.

Sego segawe (sepeda kanggo sekolah lan nyambut gawe) juga dicanangkan saat pemerinthana beliau, dan Alhamdulillah saat ini dilestarikan oleh masyarakat Jogja. Meskipun beliau saat ini sudah menjabat, sikap dan pemikirannya tetap menginspirasi pemuda-pemuda saat ini. Terutama kelurusan pemikiran dan sikapnya.

Berbicara tentang mengutamakan rakyat, saya teringat dengan bung Hatta. Bung Hatta sangat mencintai rakyat Indonesia, tak pernah terlepas barang sedetik pun dari pikiran bung hatta mengenai nasib bangsa Indonesia saat itu. Meskipun dalam Negara yang jauh disana, ditempat perasingan, dalam keadaan yang serba kekurangan, bung Hatta tetap memikirkan rakyat Indonesia.

Ada pesan dari pak herry, bahwa ketika kita terlalu sering keputusan kita di arahkan oleh orang tua, maka kita selamanya akan tergantung dengan budaya seperti itu, sehingga kurang mandiri saat nantinya dewasa. Kita tak bisa menentukan apa yang harus kita lakukan saat memegang pengambilan keputusan.

Beliau juga mengingatkan pentingnya pendidikan dalam lingkungan keluarga. Keluarga adalah pendidik utama dikehidupan, sangat rawan dengan kehancuran jika pendidik awal ini gagal dalam mengimplementasikan nilai-nilai luhur. Inilah peran keluarga sebenernya, darisana muncullah orang-orang luar biasa, dan sejarah sudah membuktikannya. Melalui tempaan awal ini para pelaku sejarah mengawali generasinya.

Visi dalam kehidupan sangat penting agar mampu memberikan inspirasi dan menggerakkan orang lain, visi yang jauh kedepan dan memiliki niatan yang lurus dan baik insyaAllah akan menggerakkan lingkungan sekitar. Lihat saja visi anies baswedan dengan turun-tangan nya, sudah menggerakkan ribuan orang dan menginspirasi banyak gerakan serupa untuk kebaikan Indonesia. Visi yang kita miliki akan membedakan dengan orang lain yang tidak bervisi.

Satu hal lagi yang penting, bahwa kita tidak bisa menyampaikan visi kita dalam bentuk baku. Visi ini sebisa mungkin seperti air yang mudah menyesuaikan wadahnya dan mudah dimengerti. Saat menyampaikan visi kepada orang lain, gunakan lah bahasa komunikasi yang sesuai, karena mereka akan memahami dengan bahasa mereka bukan bahasa kita. Bayangkan saja ketika menyampaikan visi dengan bahasa pendidikan kepada petani yang cenderung berpendidikan rendah.

Ada yang menarik dari pesan terakhir beliau, bahwa cowok keren itu setidaknya sudah pernah donor darah. Cinta itu mengalir didalam darah, oleh karena itu cowok yang bisa mendonorkan darah secara sukarela juga bisa mencintai hingga titik darah penghabisan. Ya, inilah kalimat romantic sebagai penutup diskusi dengan pak herry.

Jadilah Diri kamu sendiri dalam setiap kesempatan, karena diri sendiri diciptakan dalam keadaan yang unik yang tak pernah sama dengan orang lain, dan saling menginspirasi satu diantara yang lainnya!

Sebenarnya, masih banyak inspirator lain pada hari ini, tetapi berhubung saya ada acara jadi hanya sempat mengikuti yang pak herry zudianto.

Category: Artikel PHW | Added by: ISMKIWIL3 (05.18.2014)
Views: 73 | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
avatar
Monday, 11.19.2018, 2:55 AM
Site menu
Section categories
Artikel PHW [61]
Artikel Institusi [0]
Log In
Search
Site friends
  • Create a free website
  • uCoz Community
  • uCoz Textbook
  • Video Tutorials
  • Official Templates Store
  • Best Websites Examples
  • Statistics

    Total online: 1
    Guests: 1
    Users: 0
    Copyright MyCorp © 2018Create a free website with uCoz