My site HomeSign UpLog In
Home » Articles » Artikel Hasil Kajian » Artikel PHW

Pemimpin Peduli Kesehatan : Sudahkah Menjadi Prioritas?

Pemilu sudah tinggal satu bulan lagi. Sudahkah kalian membedah visi misi calon presiden pilihan yang akan kalian pilih? Dari sekian banyak kriteria capres ideal ; Kejelasan visi misi, tegas, mengusung ekonomi kerakyatan, kuat mempertahankan kedaulatan negara, menjunjung tinggi toleransi dan banyak lagi, pernahkah kalian membedah dan mempertimbangakn untuk memilih presiden yang peduli kesehatan?

Mari abaikan sebentar Communicable Disease yang sudah membabak belurkan negeri ini karena dalam beberapa tahun kedepan, Non Communicable Disease atau penyakit tidak menular (penyakit jantung, diabetes, kanker, dkk) diproyeksikan akan meningkat pesat di Indonesia. Lagi – lagi WHO pada 2011 menimpulkan 60% kematian di Inonesia disebabkan oleh penyakit jantung, stroke, hingga kanker padahal dalam penangannya penyakit-penyakit ini membutuhkan pembiayaan yang besar (secara prosedur tergolong sulit dan mahal serta pengobatannya yang harus dilakukan dalam jangka waktu lama).

 

Pemimpin harus peduli untuk menjalankan kebijakan kesehatan secara keseluruhan karena sulit mengharapkan pembangunan negara dapat berjalan secara optimal ketika rakyatnya sakit-sakitan. Contoh keseriusan pemimpin sendiri dapat dilihat dari setidaknya dua indikator yakni aspek anggaran dan kebijakan penempatan sumber daya bidang kesehatan. Seberapa banyak yang mereka alokasikan dan apakah itu telah menjadi prioritas dalam rancangan pembanguan mereka dalam lima tahun ke depan, karena pembangunan kesehatan masyarakat merupakan bagian integral dari kebijakan politik pembangunan negara.Keseriusan ini dapat terlihat setidaknya melalui penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai, peningkatan kualitas pelayanan dan manajemen (melalui peningkatan kualitas pendidikan secara general dan pendidikan kesehatan secara spesifik), serta peningkatan ketersediaan infrastruktur dan pemerataan fasilitas kesehatan.

 

Selama ini anggaran kesehatan negara hanyalah 3% dari APBN atau berkisar 48 Trilliun rupiah yang sebagian besar digunakan untuk kuratif dengan total penduduk Indonesia sebanyak 240 juta jiwa! Investasi pada kesehatan memang bukanlah hal yang hasilnya dapat dilihat dalam sekejap, hitungan puluhan tahun mungkin harus kita tunggu but it always worth it. Negara-negara maju baik Jepang, Korea Selatan, Singapura mereka telah menunujukkan hasil yang mereka tuai dari berinvestasi pada kesehatan dan pendidikan.

Tambahan lainnya adalah pengambilan kebijakan yang pengiimplementasiannya akan memberikan efek baik kepada kesehatan terutama sebagai tindakan preventif seperti kebijakan kawasan rumah, sekolah dan kampung bebas rokok dan narkoba, kebijakan pengaturan pembangunan sehingga ruang terbuka hijau dapat semakin banyak, pembuatan daerah resapan air yang cukup, pembuatan kebijakan  car free day dan aktivitas olahraga rutin,serta edukasi dan menstimulasi masyarakat agar sadar terhadap kesehatandan secaraaktif berpartisipasi.

Category: Artikel PHW | Added by: ISMKIWIL3 (06.06.2014)
Views: 65 | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
avatar
Monday, 11.19.2018, 2:55 AM
Site menu
Section categories
Artikel PHW [61]
Artikel Institusi [0]
Log In
Search
Site friends
  • Create a free website
  • uCoz Community
  • uCoz Textbook
  • Video Tutorials
  • Official Templates Store
  • Best Websites Examples
  • Statistics

    Total online: 1
    Guests: 1
    Users: 0
    Copyright MyCorp © 2018Create a free website with uCoz