My site HomeSign UpLog In
Home » Articles » Artikel Hasil Kajian » Artikel PHW

Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak

        Kita pernah diguncang dengan maraknya kasus pelecehan seksual yang terjadi pada anak beberapa waktu lalu. Yang menjadi poin di sini adalah, bagaimana kita memaknai peristiwa ini sebagai suatu hal yang harus dievaluasi. Karena tidak mungkin, kita serta-merta menyalahkan sesuatu yang telah terjadi. Sebagai gantinya, kita dipersilakan untuk mengintrospeksi. Sudah benarkah cara kita melindungi diri? Sudah benarkah cara kita mengajarkan pencegahan dini pada anak-anak? Sudah kah?

                Bukan persoalan yang mudah untuk memulai percakapan tentang ini pada anak-anak mengingat mereka masih menganggap hal ini sebagai sesuatu yang tabu. Namun yang harus kita sadari bersama-sama adalah, bahwa menurut data dokumentasi, pelecehan dan kekerasan seksual pada anak dapat terjadi kapan pun dalam kondisi apapun. Bagaimana cara terbaik untuk membekali anak dengan defense yang baik terhadap pelecehan/kekerasan seksual tanpa membuatnya takut?

                Hal pertama yang harus dilakukan oleh orang tua adalah, membangun komunikasi intensif dan hubungan interpersonal sejak dini. Anak membutuhkan media untuk berkomunikasi yang siap mendengar keluh kesah nya dari mulai hal terkecil hingga rahasia besar yang tak bisa ia sembunyikan sendiri. Dengan membangun komunikasi terbuka dan hubungan yang baik, maka ini adalah suatu awalan yang baik agar anak tidak merasakan adanya barrier antara dirinya dan orang tua sehingga ia terbiasa menceritakan segala hal pada orang tuanya.

                Setelah membangun jembatan hubungan yang baik antara anak dan orang tua, tanamkan pendidikan seksual sejak dini dengan cara yang tepat. Tentu saja kita harus pandai memilih, konten seperti apa yang sepantasnya diketahui oleh anak. Anak harus dikenalkan dengan organ reproduksi nya sendiri sejak dini. Beri tahu fungsi masing-masing organ dan cara menjaganya. Misal, kita bisa mulai dari hal paling sederhana seperti menanamkan pada anak untuk menjaga self-hygiene organ reproduksi nya sendiri. Baru setelah itu, kita bisa membekali anak tentang privasi dari masing-masing organ. Contoh, kita harus membuat anak mengeti untuk tidak membiarkan orang lain melihat dan atau memegang bagian yang dilarang. Ajarkan anak untuk menolak, dengan cara memberi tahu mana hal yang benar dan salah. Selain itu, tidak boleh lupa kita juga perlu mengajari anak untuk menolak berbagai macam kontak fisik yang intens, bahkan dengan orang yang ia kenal dekat. Anak diajarkan untuk mengetahui batasan-batasan sejauh mana ia diperbolehkan bergaul dengan orang lain, terutama dengan lawan jenis. Satu contoh kecil untuk membangun kepercayaan diri anak mengatakan ‘tidak’ adalah, menghargai setiap kata ‘tidak’ yang ia keluarkan saat kita sedang menciumi atau memeluk anak dengan gemas atau saat kangen. Berhenti lah saat anak menolak.

Perlu diingat, dalam menegakkan pendidikan dini ini, anak juga diajarkan untuk membedakan sentuhan yang tepat dan tidak tepat. Jangan sampai penyampaian kita justru membuat anak takut, tidak nyaman dengan dirinya sendiri, atau bahkan tidak nyaman bergaul dengan orang lain. Pastikan juga agar anak memiliki comfort zone yang luas di mana ia bisa menceritakan kesehariannya secara leluasa pada orang dekat selain orang tua seperti kakek/nenek, bibi/paman. Orang-orang ini lah yang nantinya diharapkan bisa mem-back up orang tua jika anak memang kurang nyaman bercerita tentang hal tertentu yang dialaminya.

Pendidikan reproduksi yang dilakukan pada anak pun bervariasi tergantung dari usia anak. Anak dengan rentang usia sekitar 3 tahun biasanya sudah mulai diajarkan untuk beraktivitas mandiri di toilet. Lengkapi kebutuhan anak dengan memberikan pakaian dan fasilitas yang mudah dan tepat. Tentu saja, proses peralihan anak dalam menggunakan toilet tidak lah semudah kelihatannya. Diperlukan toilet training yang konsisten di mana anak didampingi hingga benar-benar bisa mandiri. Jika anak memang belum mampu untuk mandiri ke toilet, pastikan anak memahami batasan-batasan tentang siapa saja orang yang boleh mendampinginya ke toilet.

                Dalam menegakkan disiplin anak, banyak cara lain yang baik untuk membuat anak terbiasa menuruti perkataan orang tua. Tanamkan pada diri orang tua untuk tidak menggunakan ancaman sebagai salah satu instrumennya. Jangan biarkan anak hidup dalam keluarga yang terbiasa mengancamnya. Jangan biarkan ia mudah terpengaruh dan menakuti sesuatu yang bisa membuatnya merasa dalam bahaya. Contohnya, jangan biasakan mengancam anak dengan ekstrim saat ia tidak melakukan hal yang anda perintah seperti ‘awas kamu kalo nakal nanti mama panggil polisi’. Anak yang sering ditakut-takuti akan lebih mudah diancam oleh orang lain.

                Setelah berhasil dengan hal-hal superfisial di atas, kita dapat mulai mengamati keseharian anak dan perubahannya. Dari mulai jam tidur, motivasi sekolah, frekuensi buang air, dan ketakutan-ketakutan anak terhadap hal kecil. Tentu saja dalam mengamati keseharian anak, kita harus membangun rutinitas dengan anak sehari-hari seperti, makan bersama, membaca cerita sebelum tidur, memijat anak, atau se sederhana olahraga pagi bersama sehingga lebih mudah mengidentifikasi masalah anak sejak dini.

                Langkah-langkah di atas adalah awalan sederhana yang bisa kita mulai dari lingkungan rumah, karena pada dasarnya, membangun hubungan yang baik dan terbuka dengan anak memang tidak mudah. Kita harus mulai dari hal-hal kecil sehingga anak mempercayai kita dan terbiasa mengkomunikasikan hal-hal yang ia alami.

               

                “Seorang ibu adalah sekolah. Apabila engkau persiapkan dengan baik berarti engkau telah mempersiapkan generasi yang harum.” –Hafizh Ibrahim

               

 

 

              

                

Category: Artikel PHW | Added by: ISMKIWIL3 (05.21.2014)
Views: 62 | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
avatar
Wednesday, 05.23.2018, 6:00 AM
Site menu
Section categories
Artikel PHW [61]
Artikel Institusi [0]
Log In
Search
Site friends
  • Create a free website
  • uCoz Community
  • uCoz Textbook
  • Video Tutorials
  • Official Templates Store
  • Best Websites Examples
  • Statistics

    Total online: 1
    Guests: 1
    Users: 0
    Copyright MyCorp © 2018Create a free website with uCoz