My site HomeSign UpLog In
Home » Articles » Artikel Hasil Kajian » Artikel PHW

Title Below

Pemimpin, suatu kata yang tidak bisa dipisahkan dari seorangpun manusia yang hidup di dunia ini. Semua orang adalah pemimpin tetapi semua orang bukanlah pemimpin, setiap individu di dunia ini adalah pemimpin bagi dirinya sendiri, memimpin ke mana dia harus melangkah, mengambil keputusan dengan meminta bimbingan Tuhan tentunya, kenapa harus dengan petunjuk Tuhan, karena semua yang ada dialam semesta ini pasti berhubungan dengan-Nya, Tanpa pengecualian sedikitpun.

Dalam surat Al-baqarah pun sudah dijelaskan bahwa tugas seorang manusia di bumi adalah menjadi khalifah, seorang pemimpin yang berada dijalur Tuhan. Kita tak bisa menutup mata bahwa tak ada pemimpin sebaik Rasulullah, yang mendapat tuntunan langsung dari yang Maha Kuasa. Tetapi, sesungguhnya Allah lebih tahu dari para hambanya, akan terjadi pertumpahan darah dan kerusakan yang akan diperbuat manusia, tetapi ada tujuan lain di balik itu semua, yaitu “..dan kami ciptakan jin dan
manusia kecuali untuk menyembahku”
.


Menjadi seorang pemimpin adalah hal yang tidak perlu dibanggakan sama sekali, karena pemimpin bagi para pemimpin (re: sesama manusia) lainnya adalah sebuah amanat yang sangatlah berat, bukan didunia tapi diakhirat kemudian. Saya dulu sering mengatakan pemimpin yang baik itu seperti Rasulullah, tetapi saat ini saya sadar ketika saya merenung kembali saya tak tahu apa yang dulu Rasulullah lakukan sebagai khalifah, saya hanya tahu potongan kecil kehidupan beliau, bukan secara keseluruhan. Oleh karena itu, sosok pertama yang saya lihat sebagai seorang pemimpin adalah orang tua saya, baik Ibu maupun Ayah.


Syarat utama seorang pemimpin yang harus dipenuhi adalah seorang yang shalih, karena dengan dasar agama yang baik kita sudah bisa menentukan kemana kapal kepemimpinannya akan berlayar, menuju ridha Tuhan. Seorang yang shalih bukan berarti mereka yang egois dengan hubungan vertikalnya tetapi tetap membumi atas nama hubungan horizontal sesame mahluk Tuhan, tetapi mereka yang memilik nasionalisme tinggi tanpa melupakan apa agama mereka. Sangat berat memang, karena pemimpin itu sempurna.


Pemimpin itu menjadi panutan yang dipimpin, sehingga apapun yang ia perintahkan kepada bawahannya haruslah sudah menjalankan hal tersebut. Sama sekali tak pantas jika pemimpin meminta bawahannya datang tepat waktu, tetapi ia sendiri datang terlambat. Jika hal seperti itu terjadi jangan salahkan siapapun jika penganut tidak mau taat kepada pemimpinnya. Peribahasa “mulutmu harimaumu” akan selalu berlaku selama menjadi pemimpin, tetapi jika ia shalih sejati ucapan yang ia katakan akan selalu dijaga.


Wawasan luas juga harus dimiliki seorang pemimpin, apa kata dunia jika orang yang mereka jadikan pemimpin tidak gaul, karena gaul itu perlu, gaul yang baik tentunya. Seorang yang memiliki wawasan luas akan memilik kecenderungan open minded sehingga akan selalu melakukan perubahan menuju kebaikan. Dalam suatu organisasi masukan-masukan dari orang sekitar itu sangatlah penting, jika pemimpin tidak mau mendengarkan masukan dari mereka, tinggal tunggu kehancurannya saja. Menyisihkan waktu untuk berbincang-bincang bahkan merasakan sehari bersama mereka akan menjadi hal yang sangat luar biasa. Hal tersebut akan memberikan pandangan baru terhadap apa yang selama ini ia pimpin. Selain membangun kepercayaan terhadap massa, hal itu juga akan menarik simpatik sehingga negosiasi untuk perbaikan akan semakin mudah tanpa adanya aksi anarkis atau hal-hal yang tidak diinginkan. Umar yang salah satu khalifah terbaik saja mau mengantarkan karung gandum sendiri ke rakyat yang membutuhkan, lalu kenapa pemimpin sekarang tidak berani melakukan itu?

Saat ini, gengsi itu terlalu dinomorsatukan sehingga banyak pemimpin yang lupa bahwa mereka itu sama-sama rakyat, hanya diberi amanah untuk mengatur mereka. Sehingga, mereka menganggap memiliki hal lebih dari sekadar rakyat. Harus memakai mobil mewah, rumah mewah, dan lain sebagainya. Seharusnya mereka harus tetap bersahaja sebagai seorang pemimpin memiliki harta banyak tetapi tidak malu untuk naik bis bersama, membantu kuli mengangkut barang, dan hal kecil lain yang jarang dipikirkan seorang pemimpin.

Seorang pemimpin juga harus kaya raya. Kaya hati, pikiran, dan harta. Sehingga tak perlu ada hutang budi terhadap mereka yang membantunya, karena sifat alamiah manusia jika ia memberikan bantuan maka ia ingin balasan setimpal atas usaha bantuannya. Hutang budi seperti ini akan mengganggu kebijakan naluri yang akan dilakukan jika bertentangan dengan para investor (re : pemberi bantuan), kebijakanpun tidak murni atas dasar naluri hati tetapi berdasar “menyenangkan” investor.

Usul yang sangat buruk jika ada dua singa yang diletakkan dalam satu kandang yang sama, atau bahkan lebih, karena singa-singa itu akan berselisih paham dan selalu tak sependapat karena perbedaan pandangan satu sama lain. Keadaan lain akan terjadi jika singa-singa itu saling bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama. Ya, tujuan itu sangat penting dan seorang pemimpin harus memiliki tujuan visioner tanpa mengesampingkan singa (re: jiwa pemimpin) lain, tetapi merangkul mereka untuk bersinergi mencapai tujuan mulia.


Syarat lain seorang pemimpin adalah memiliki co-pilot yang cerdas dan motivator ulung. Orang seperti ini tiada lain dan bukan adalah seorang pendamping hidup. Meskipun perannya tidak terlalu menonjol tapi kehadirannya akan selalu menenangkan jiwa pemimpin yang selalu berada dalam tekanan para oposisinya. Semua pria sukses didunia ini pasti memiliki pendamping yang hebat pula, hal ini juga terlihat ketika khadijah menenangkan pemimpin terbaik saat dalam kegelisahan.

Alam semesta ini memang tidak ada yang sempurna, tetapi yang saya tuliskan diatas setidaknya merupakan mimpi atau sekadar teori yang belum tentu sesuai kenyataan, tetapi setidaknya itulah pandangan saya tentang bagaimana seorang pemimpin bertindak. Ketahuilah, bahwa mimpi lah yang membuat manusia tetap bertahan, tetap merapatkan barisan untuk tujuan yang mulia, karena sesungguhnya Tuhan mencintai orang-orang yang berjuang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur, dan mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang kokoh.

 

Fahmi zk 

Category: Artikel PHW | Added by: ISMKIWIL3 (07.31.2014)
Views: 60 | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
avatar
Wednesday, 05.23.2018, 6:13 AM
Site menu
Section categories
Artikel PHW [61]
Artikel Institusi [0]
Log In
Search
Site friends
  • Create a free website
  • uCoz Community
  • uCoz Textbook
  • Video Tutorials
  • Official Templates Store
  • Best Websites Examples
  • Statistics

    Total online: 1
    Guests: 1
    Users: 0
    Copyright MyCorp © 2018Create a free website with uCoz